Amien Rais: Gus Dur Ikon Pluralisme

PAHLAWAN

Amien Rais: Gus Dur Ikon Pluralisme

Sabtu, 2 Januari 2010 | 03:17 WIB

Yogyakarta, Kompas – Meskipun menilai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai
tokoh kontroversial, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais
sangat setuju apabila Gus Dur dianugerahi gelar pahlawan nasional. Amien
Rais menilai Gus Dur adalah ikon pluralisme.

Amien Rais mengemukakan hal tersebut seusai berceramah pada pengajian
menyambut Tahun Baru di Masjid Gedhe, Keraton, Yogyakarta, Kamis (31/12)
malam. Amien saat berceramah mengucapkan doa bagi Gus Dur.

Ia berpendapat, Gus Dur merupakan tokoh yang diterima segenap bangsa
Indonesia. ”Saat menjadi Presiden, Gus Dur melakukan desakralisasi
kekuasaan. Istana dijadikan rumah rakyat. Orang bisa lalu lalang. Meski agak
berlebihan, tidak ada lagi keangkeran kekuasaan,” kata Amien.

”Wajib itu kalau Gus Dur jadi pahlawan nasional,” tegas Arbi Sanit, pengamat
politik dari Universitas Indonesia, Jumat.

Menurut Arbi, Gus Dur dalam reformasi telah menegakkan sistem presidensial
dengan melakukan dekrit ke DPR. Dua tahun setelah itu, amandemen UUD 1945
menyatakan tentang sistem presidensial. Dari segi politik, Gus Dur juga
menyederhanakan kabinet serta memelopori demokrasi di berbagai lini.

Secara terpisah, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengaku khawatir
sepeninggal Gus Dur, pluralisme di Indonesia akan terancam. Apalagi sampai
saat ini belum ada satu tokoh pun yang mampu menggantikan posisi Gus Dur.
”Kita kehilangan orang besar yang selama ini mengidealisasikan tidak hanya
demokrasi, tetapi juga pluralisme,” kata dia.

Menurut Sultan, pluralisme terancam apabila pendekatan yang dipilih untuk
membangun bangsa ini lebih mengutamakan pendekatan ekonomis ketimbang
pendekatan kebudayaan yang berperadaban.

Budayawan Garin Nugroho juga mengatakan, pada era ini pluralisme adalah isu
yang sangat penting. Anarkisme terhadap minoritas dan agama akan tetap
menjadi gejala yang dominan di masa depan. ”Penetapan Gus Dur sebagai
pahlawan nasional tidak saja akan merayakan pluralisme, tetapi juga akan
melahirkan pahlawan-pahlawan baru yang menjunjung pluralisme,” kata Garin.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi juga memberikan
dukungannya agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional. Alasannya, Gus Dur
meletakkan dasar supremasi sipil, reformasi demokrasi, terutama bagi
minoritas, dan memperlihatkan wajah Islam Indonesia yang modern di mata
dunia.

”Hal ini di antaranya terlihat dari kebijakannya berkaitan dengan
kebudayaan, surat kabar, dan hari Tahun Baru China,” kata Sofjan.
(RWN/PRA/ARA/EDN)

~ by Roni on May 4, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: