Sepupu Gus Dur: Kepemimpinan Gus Dur Tampak Sejak Kecil

Sepupu Gus Dur:

Kepemimpinan Gus Dur Tampak Sejak Kecil

Madiun, 31 Desember 2009 16:28

Jiwa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terlihat sejak presiden
ke-4 RI itu masih kecil. Hal itu diungkapkan oleh Muhammad Mawardi, 64
tahun, saudara sepupu almarhum Gus Dur, di Madiun, Kamis (31/12).

Muhammad Mawardi dalam keseharian merupakan Ketua Takmir Masjid Sewulan,
salah satu masjid tertua yang diyakini merupakan peninggalan Kerajaan
Mataram yang terletak di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Pria sepuh itu mengaku memiliki sepenggal cerita saat Gus Dur masih kecil.
Ia menuturkan, sesekali Gus Dur pada masa kecilnya pernah bertandang ke
Sewulan untuk menjenguk keluarga yang ada di Madiun.

“Nenek saya itu masih saudara sekandung dengan kakek Gus Dur, KH Hasyim
Asy`ari, sehingga beliau sesekali datang berkunjung ke sini untuk bertemu
dengan keluarga. Beliau biasanya datang dengan ibunya, Hj Sholehah. Menginap
beberapa hari di Sewulan,” ujarnya.

Menurut Mawardi, waktu itu sekitar tahun 1954, saat terakhir kali Gus Dur
berkunjung ke Sewulan. Gus Dur saat itu masih berusia sekitar 14 tahun
dengan perawakan gemuk dan berkaca mata.

“Waktu itu, kami sering mandi di kolam depan masjid dengan anak-anak desa
lainnya. Umur saya baru sembilan tahun, terpaut beberapa tahun dengan Gus
Dur. Dalam setiap permainan yang kami lakukan, Gus Dur selalu memberikan
instruksi. Kamu di sini atau kamu di sana, biar seru mainnya,” kenang
Mawardi menirukan perintah Gus Dur saat bermain air di kolam masjid.

Selain pintar, Gus Dur kecil juga dikenang sebagai anak yang ramah. Meski
bukan asli Sewulan, namun ia terlihat akrab dengan anak-anak desa yang ada
di Sewulan, bahkan sikap ramahnya tersebut terkadang sampai kebablasan
(kelewatan).

“Terkadang ia suka mengganggu anak-anak desa yang lain saat bermain-main
bersama. Namun itu wajar, nakalnya anak kecil. Habis gitu kita sudah seru
bermain-main lagi,” katanya sambil tertawa.

Sikap Gus Dur kecil yang “selengekan” atau sesuka hatinya tersebut, membuat
Mawardi tidak menduga jika akhirnya membuat Gus Dur menjadi tokoh yang
terkenal dan dihormati bangsa ini.

“Saya sama sekali tidak menyangka, jika melihat gayanya waktu itu, ternyata
akhirnya bisa menjadikan Gus Dur sebagai seorang ulama besar dan seorang
presiden. Benar-benar heran dan mengagumkan,” tutur Mawardi.

Meski demikian, Mawardi juga merasa bangga jika saudaranya bisa berhasil
menjadi seorang ulama besar dan orang nomor satu di negeri ini. Kabar
kematian Gus Dur sungguh mengejutkan.

“Kami sekeluarga kaget mendengar kabar itu. Sejak jatuh sakit setelah
berkunjung di Jombang waktu lalu, kami terus memantau perkembangan kesehatan
Gus Dur melalui media. Sampai saat ini kami masih tidak percaya, masak hanya
karena operasi gigi, terus beliau drop dan akhirnya wafat,” tambahnya.

Mawardi mengaku, pertemuan terakhir dengan Gus Dur dilakukan pada tahun
2008. Saat itu, ia dan keluarganya berkunjung ke Ciganjur, Jawa Barat.
Kesibukan Gus Dur membuat ia tidak dapat bertemu sering dengan tokoh
nasional tersebut.

“Setelah mendengar kabar Gus Dur wafat, langsung pada Rabu (30/12), tiga
rombongan mobil dari Sewulan bertolak ke Pondok Pesantren Tebu Ireng
Jombang. Mungkin Sore ini juga saya dan istri akan berangkat ke Jombang
untuk berdoa setelah pemakaman,” tambahnya.

Sementara, Masjid Sewulan sendiri merupakan masjid yang didirikan oleh Kiai
Ageng Basyariyah pada tahun 1714. Gus Dur merupakan salah satu keturunan
kedelapan Kiai Ageng Basyariyah. Makam Kiai Ageng Basyariyah berada di
sekitar komplek Masjid Sewulan.

Hingga kini, pada bulan-bulan tertentu, terlebih pada bulan Ramadhan, Masjid
Sewulan banyak dikunjungi orang untuk berziarah. Mereka berasal dari
berbagai daerah, mulai dari sekitar Madiun hingga Pekalongan, Jawa Tengah,
Bogor, dan Bandung, Jawa Barat. [TMA, Ant]

Sumber: http://gatra.com/2009-12-31/artikel.php?id=133506

~ by Roni on April 7, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: