MISTERI DEKRIT 2001

Kikiek: Gus Dur Tak Mau Bekukan Parlemen

Minggu, 10 Januari 2010, 23:51:49 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Dinihari, 23 Juli 2001, tepat pukul 01.17 WIB, Presiden Abdurrahman Wahid mengumumkan Maklumat Presiden RI yang kemudian dikenal dengan Dekrit Gus Dur.

Di dalam dekrit yang dibacakan salah seorang jurubicara presiden, Yahya C. Staquf, itu Gus Dur menegaskan bahwa telah terjadi krisis konstitusional yang memperparah krisis ekonomi dan penegakan hukum serta pemberantasan korupsi. Dengan segala pertimbangan itu, dengan keyakinan dan tanggung jawab untuk menyelamatkan negara dan bangsa serta berdasarkan sebagian terbesar masyarakat Indonesia, Gus Dur menegaskan bahwa sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dirinya terpaksa mengambil langkah-langkah luar biasa untuk memaklumkan tiga hal pokok, sebagai berikut:

Pertama, membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI dan Dewan Perwakilan Rakyat RI; kedua, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan yang diperlukan untuk penyelenggaraan pemilihan umum dalam waktu setahun; dan ketiga, menyelamatkan gerakan reformasi total dari hambatan unsur-unsur Orde Baru dengan membekukan Partai Golkar sambil menunggu.

Dekrit ini adalah puncak dari serangkaian konflik antara Gus Dur dan lawan-lawan politiknya di parlemen. Untuk mendepak Gus Dur dari Istana, DPR menggunakan isu dana Yayasan Danatera Bulog dan sumbangan Sultan Brunei. Panitia Khusus yang lebih dikenal dengan nama Pansus Buloggate pun telah dua kali memberikan memorandum yang intinya adalah peringatan kepada Gus Dur. Sementara itu pimpinan partai politik dan parlemen telah menyiapkan agenda aksi: segera setelah memorandum ketiga diberi, Sidang Istemewa untuk melucuti kekuasaan Gus Dur akan segera digelar.

Sampai malam hari tanggal 22 Juli 2001, suasana di dalam Istana, tampak tegang. Kepada Rakyat Merdeka Online, di cafe Graha Tirta Siliwangi, Bandung, usai menghadiri reuni Angkatan 66 (Minggu siang, 10/1), Hermawan Sulistyo, pengamat sosial dan politik dari Universitas Indonesia, menceritakan kembali ketegangan itu. Pria yang biasa disapa Kikiek ini hadir bersama sejumlah menteri, aktivis LSM dan orang-orang kepercayaan Gus Dur.

Kikiek mengatakan, menjelang tengah malam dirinya bertanya kepada Gus Dur, apakah Gus Dur akan mengeluarkan dekrit. Menjawab pertanyaan ini, Gus Dur menjawab tegas: ya.

Pertanyaan berikut yang disampaikan Kikiek yang kini lebih sering terlihat memandu program kuliner di sebuah stasiun televisi adalah: apa isi dekrit itu.

Lagi, Gus Dur menjawab singkat dan tegas: membekukan Golkar sampai menunggu keputusan Mahkamah Agung (MA).

“Jadi, Gus Dur memang tidak punya keinginan membekukan parlemen. Nah, kenapa kemudian ada poin pembekuan parlemen? Itu ada ceritanya,” ujar Kikiek. [guh]

~ by Roni on February 5, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: